Godaan Aurat

471

Jadi remaja zaman sekarang memang godaannya besar banget. Godaan seputar aurat dan syahwat begitu mudah didapat. Sehari-hari begitu mudahnya kita melihat cewek mengumbar aurat. Sehari-hari begitu banyaknya tayangan televisi yang menampilkan gadis-gadis pamer aurat.

Bahkan, di sekolah pun mata ini seakan dihajar habis-habisan oleh teman-teman cewek yang pakai seragamnya tampakkan aurat. Belum lagi kelakuan beberapa temen cewek sekolah yang kecentilan. Suka manja-manja nggak jelas dan tak malu-malu ngerayu cowok incarannya. Pusssiiingg…

Eh pas jalan-jalan ke mall tambah pusing deh mata. Ada saja cewek cantik yang pakai rok mini dan baju tank top. Hadeeuuh… membuat semangat menundukkan mata jadi padam. Kok bisa ya pakai baju yang hanya layak dipakai di kamar tidur, tapi dipakai di tempat umum? Bukan hanya buat dosa bagi dirinya, tapi juga ngajak oranglain berbuat dosa. Setiap mata yang memandang auratnya, lalu muncul syahwatnya, maka berdosalah. Tuh cewek nggak nyadar juga sih, dia juga kan dapat tambahan dosa dari setiap mata yang memandangnya. Ah, emang zaman sudah gila kali ya. Lebih tepat lagi kiamat sudah dekat.

Oleh karena itu, bro, sebagai remaja muslim kita mesti menjaga pandangan kita. Kunci menjaga diri dari maksiat syahwat itu pada menjaga pandangan. Tundukkan pandangan kamu saat tak sengaja lihat aurat perempuan. Saat itu, pasti muncul godaan di hati untuk ngelihatin terus. Kapan lagi ngelihat gratisan, apalagi jika perempuannya cantik dan menarik, wah bakalan lebih dahsyat lagi tuh gemuruh dalam dada. Tapi, kamu harus catat, bro, itu hanya kenikmatan semu yang bikin hati dan pikiran kotor. Jika kamu perturutkan pasti pikiranmu melayang kemana-mana. Pikiran kotor mulai muncul. Kalau sudah begini, lebih berat lagi untuk melawannya.

Makanya, sedari awal langsung tundukkan pandangan, bro. Hal ini membuatmu lebih mampu menjaga kehormatan diri dan kesucian hati. Tapi, jika kamu kompromi dan mengumbar pandanganmu, wah sulit deh bagi kamu jaga kehormatan diri. Dampaknya kesucian hati menjadi teramat sulit didapat.

Perhatikan ayat Al-Qur’an berikut ini,

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An-Nur [24]: 30).

Bukan hanya lelaki yang diperintah menjaga pandangan, perempuan pun sama diperintah untuk menjaga pandangan dan kehormatannya. Memangnya perempuan bisa tertarik duluan sama laki-laki? Eits, jangan salah, perempuan zaman sekarang tidak sedikit yang lebih agresif daripada laki-laki.

Sejarah juga sudah mencatat bagaimana seorang perempuan bisa tertarik lebih dulu kepada laki-laki. Tahu kisah Yusuf as yang digoda oleh oknum istri pejabat? Yusuf as terkenal sebagai pemuda ganteng sedunia. Yusuf as tinggal bersama seorang pejabat kerajaan Mesir. Yusuf as bekerja sebagai pembantu di rumah pejabat itu. Ternyata istri pejabat itu jatuh hati dengan ketampanan Yusuf as. Hingga suatu hari, oknum istri pejabat itu membuat rencana untuk menjebak Yusuf as agar mau diajaknya berbuat maksiat.

Singkat cerita, Yusuf as dijebak dalam sebuah kamar. Hanya ada Yusuf as dan oknum istri pejabat itu. Situasi sangat mendukung untuk berbuat maksiat. Oknum istri pejabat itu mengajak Yusuf as berbuat maksiat, namun Yusuf as menolak dan berlari menyelamatkan diri dari jebakan syahwat itu. Akibatnya, bajunya robek bagian belakang karena ditarik oleh oknum istri pejabat itu. Yusuf as selamat dari perangkap syahwat.

Kisah di atas menjadi bukti bahwa perempuan pun bisa tertarik lebih dulu kepada laki-laki. Lebih dari itu, ia bisa merancang skenario untuk menggoda dan mengajaknya berbuat maksiat. Karena itu, menundukkan pandangan bagi perempuan menjadi lebih penting lagi. Jika telah hilang rasa malu perempuan, maka tiada bisa lagi diharapkan kebaikan pada dirinya. Maka, saksamailah firman Allah SWT berikut ini.

“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan menjaga kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. Dan, hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…” (QS. An-Nur [24]: 31)

Bro dan sist, jelas sekali menundukkan pandangan adalah langkah kunci agar terhindar dari fitnah aurat dan syahwat. Terlebih hidup di zaman yang semakin permisif dan hedonis, teramat penting bagi kamu untuk berjuang mengendalikan diri agar tidak tenggelam dalam arus deras degradasi moral. Yang pada akhirnya hanya akan menghancurkan masa depan kamu sendiri.

BAGIKAN